Web LamaEnglishBahasa IndonesiaPilih Bahasa :

Silahkan download contoh Surat Lamaran dan Curriculum Vitae(CV) berbahasa Indonesia dan Inggris dalam bentuk (.pdf)disini

BAHAGIA DI TEMPAT KERJA, BAHAGIA SEPANJANG HARI

Ingatkah Anda pada iklan salah satu obat penghilang sakit kepala, yang sekitar 3-4 tahun yang lalu sering menghiasi layar kaca? Iklan tersebut menampilkan seorang bapak pengemudi angkot di jalanan ibu kota, yang sehari-harinya menghadapi situasi-situasi yang beragam di jalan-jalan kota tempat ia bekerja. Situasi jalanan yang ramai bahkan padat, macet, dan lagi diperparah dengan udara panas yang menyengat, baik karena panas matahari siang maupun polusi udara. Belum lagi ditambah dengan situasi-situasi kerja yang harus dihadapi bapak sopir itu setiap hari: rebutan penumpang dengan sesama sopir angkot yang lain, target setoran harian, atau persaingan dengan jenis angkutan lain. Bisa kita bayangkan betapa beratnya situasi kerja yang demikian. Apalagi si bapak sopir harus menghadapi situasi-situasi tersebut hari demi hari, dari bulan ke bulan, bahkan mungkin sudah bertahun-tahun belakangan dalam hidupnya. Seperti yang kita tahu atau jika ingat, iklan tersebut diakhiri dengan adegan ketika bapak sopir itu pulang ke rumah, bertemu dengan anaknya, dan ia pun menggendong anaknya itu dengan senyuman hangat yang penuh kebahagiaan dan rasa lega.


Nah, pertanyaannya sekarang, apakah situasi yang menyenangkan itu hanya bisa ia dapatkan ketika berada di rumah saya? Dapatkah kebahagiaan juga ia alami sepanjang aktivitas kerjanya yang demikian berat, penuh persaingan, dan menuntut? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami apa yang dimaksud kebahagiaan itu baik dalam konteks kehidupan personal maupun kehidupan kerja.


Pandangan umum tentang kebahagiaan biasanya identik dengan adanya emosi-emosi yang positif yang dialami seseorang. Hal itu bisa berarti perasaan senang, syukur, puas, lega, antusias, bangga, atau penuh harapan. Perasaan-perasaan tersebut dapat muncul ketika kita mempersepsikan bahwa segala sesuatu yang ada di sekeliling kita, pada saat tertentu, berjalan sesuai atau selaras dengan keinginan kita. Sebagai contoh ialah ketika kita bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi, yang dekat dengan kita pada suatu kesempatan. Kita pasti berpikir bahwa tidak ada hal lain yang lebih menyenangkan, pada saat itu, selain berjumpa dan menghabiskan waktu dengan orang-orang tersebut. Dalam situasi tersebut, rasanya segala sesuatu terjadi sesuai dengan yang kita inginkan. This is just fells right.


Untuk mencapai apa yang kita inginkan diperlukan serangkaian usaha. Satu atau lebih aktivitas yang terkait perlu kita lakukan. Sekarang kita mulai mengalihkan perhatian kita pada konteks pekerjaan. Dalam kehidupan kerja, usaha-usaha tersebut tercermin pada aktivitas-aktivitas yang seseorang lakukan untuk mencapai penyelesaian tanggung jawab kerjanya. Usaha seseorang untuk melakukan kinerja yang terbaik dapat dibentuk dengan sikap kerja yang tepat.


Salah satu konsep tentang sikap kerja ini dikemukakan oleh seorang akademisi di Boston University, Amerika, bernama William Kahn. Menurut Kahn, sikap kerja seorang karyawan yang positif ditandai dengan adanya keterlibatan yang mendalam baik secara fisik, kognitif (pikiran), emosional, dan sosial dalam pekerjaan yang digelutinya. Keterlibatan seseorang dalam pekerjaan dipandang sebagai bentuk ekspresi kepuasannya di tempat kerja. Dengan kata lain, segala bentuk usaha pribadi yang dilakukan seseorang, dengan mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya adalah ungkapan seberapa jauh ia mengalami kepuasan kerja.


Wilmar Schaufeli, seorang pakar psikologi kerja dari Utrecht University, Belanda, telah lebih dari satu dekade terakhir mengembangkan suatu konsep motivational terkait kerja, yang dikenal dengan work engagement. Konsep tersebut menjelaskan pentingnya kondisi mental yang positif untuk penyelesaian tugas-tugas pekerjaan. Ada tiga indikator yang diperlukan untuk mendukung kinerja seseorang, yaitu: vigor, yang ditandai dengan adanya semangat yang tinggi dalam menghadapi pekerjaan, dedication, keterlibatan diri secara total dan antusias pada aktivitas kerja, dan absorption, yaitu sepenuhnya berkonsentrasi pada aktivitas kerja yang sedang dilakukan pada saat tertentu. Ketiga indikator tersebut dalam pemaparannya menunjukkan adanya perasaan-perasaan positif yang dialami seseorang ketika berada dalam kondisi mental yang demikian ini. Adanya semangat, antusiasme, dan penuh penghayatan inilah yang mampu meningkatkan kinerja seseorang.


Kinerja seseorang yang baik dalam pekerjaannya tersebut ditandai dengan penyelesaian target-target kerja yang ditetapkan. Ketika sebagai individu seseorang mengetahui bahwa dirinya telah menuntaskan pekerjaannya, akan muncul kepuasan (satisfaction) dalam dirinya. Saat seseorang merasa puas, dapat dikatakan bahwa bahwa segala yang terjadi di sekitarnya, atau yang seseorang alami terkait pekerjaan, berjalan sesuai dengan keinginannya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja memiliki pengertian tentang seberapa besar kepuasan seseorang terhadap hal-hal di pekerjaannya, baik hal-hal yang telah dilakukan, dimiliki, maupun yang akan dihadapi sebagai sesuatu yang menantang bagi kemajuan dirinya.


Sekarang kita kembali lagi pada contoh kasus di atas. Bila kita mengacu pada kehidupan kerja bapak sopir dalam iklan obat sakit kepala yang dipaparkan sebelumnya, kita dapat memahami bahwa ia telah mampu menyelesaikan tanggung jawab kerjanya sehingga mengalami kepuasan kerja, sekalipun misalnya dalam beberapa kesempatan uang setoran kurang, sulit mendapatkan penumpang, maupun mengalami kompetisi bahkan konflik dengan orang-orang yang ditemui di jalan. Ia tetap optimis bahwa akan ada sesuatu yang baik yang terjadi di masa depan, sesuatu yang penting bagi kemajuan dirinya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa optimisme seseorang erat kaitannya dengan peningkatan kondisi mental yang positif maupun kepuasan kerja.


Kebahagiaan (kepuasan) kerja merupakan suatu pencapaian, dan bukannya suatu pemberian bagi seorang karyawan. Artinya, seseorang secara aktif perlu mengusahakan hal tersebut dalam kehidupan kerjanya. Untuk dapat membangun mental yang positif dalam kehidupan kerja, seorang karyawan perlu menggunakan sumber daya pribadi maupun memanfaatkan sumber daya yang ada dalam organisasi tempat ia bekerja. Sebagaimana contoh sang bapak sopir tadi, ia memiliki optimisme yang tampak dari pola pikirnya. Ia berpandangan bahwa ”makin pagi, makin banyak rejeki...” Pandangan ini bisa berarti bahwa makin awal (pagi) suatu pekerjaan dimulai, niscaya pekerjaan itu menghasilkan lebih banyak kelimpahan. Bapak sopir tersebut sadar betul bahwa ia mampu mendorong dirinya sendiri untuk memulai kerja lebih pagi daripada orang lain. Terlepas dari maksud iklan komersial tersebut adalah untuk mempromosikan satu produk obat, kata-kata bapak sopir itu adalah salah satu cerminan pikiran positif yang berujung pada munculnya optimisme dalam dirinya, optimisme yang meningkatkan kepuasan kerja.


Kepuasan kerja dapat pula dicapai dengan memanfaatkan sumber daya di luar diri yang ada di tempat kerja. Kita dapat menggunakan relasi yang berkualitas dengan rekan-rekan kerja sebagai sumber semangat bagi kita dalam bekerja. Atau, kita bisa secara aktif berdiskusi dan meminta masukan-masukan dari atasan. Dukungan dari atasan dapat menjadi motivator yang efektif bila kita memanfaatkan dan menerjemahkannya secara tepat. Masukan-masukan yang membangun juga dapat secara signifikan meningkatkan kualitas kerja kita. Kita sendiri pun pada akhirnya dapat secara mandiri menciptakan situasi kerja yang positif ketika mengalami kepuasan dan kebahagiaan di tempat kerja.




Bahagia sepanjang hari karena kerja
          Kebahagiaan seseorang di tempat kerja ternyata juga mempengaruhi kualitas kehidupan personalnya. Tidak hanya berhenti di kantor atau lingkunngan kerja, kebahagiaan tersebut terbawa dalam aktivitas-aktivitas pribadi setelah bekerja. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Alfredo Rodriguez-Munoz, seorang profesor dari Complutense University of Madrid, dan rekan-rekannya, menemukan bahwa:


1. Pikiran yang positif (engaged) saat bekerja tetap bertahan sepanjang hari sehingga meningkatkan kebahagiaan seseorang.
2.  Kepuasan yang dialami seseorang di tempat kerjanya dan bertahan sepanjang hari tersebut membawa dampak positif bagi orang-orang di dalam lingkungan rumahnya, secara khusus bagi pasangan.


 Temuan-temuan tersebut menegaskan pentingnya pencapaian kepuasan dan kebahagiaan di tempat kerja. Ini bukan semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk orang-orang di sekitar kita. Kita dapat dan berhak mencapai kebahagiaan di tempat kerja atau di mana pun kita berada dan berelasi dengan orang lain. Semuanya tergantung pada pilihan kita: mau secara aktif memperoleh kebahagiaan dengan membentuk sikap yang positif, atau menunggu saja, tanpa berbuat hal-hal yang berguna, menyilangkan kaki di kursi dan berharap situasi-situasi yang terasa berat dan menyulitkan di lingkungan kerja akan berubah dengan sendirinya, tanpa adanya jaminan bahwa yang sulit bisa berubah jadi mudah dan menyenangkan.


 Yang mana pilihan Anda?


 


Oleh: Widhawan Aryo Pradhita, M.Psi, Psikolog

Indeks Artikel

Holland's Teory of Career Choice


Berdasarkan teori John Holland pilihan kejuruan. Pada sederhana, teori ini mengusulkan bahwa "Burung dari bulu yang sama berkumpul bersama." Dalam memilih karier, itu berarti bahwa orang memilih pekerjaan dimana mereka bisa berada di sekitar orang lain yang seperti mereka. Di sini Anda dapat menemukan enam tipe dasar lingkungan kerja: Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Enterprising dan Konvensional.

Explore the Possibilities


Dikembangkan oleh University of Missouri-Career Center, terdiri dari Permainan Minat Karir, Kuis Karir dan Pencarian Keahlian. Anda dapat menemukan cara yang lebih baik untuk merencanakan karir Anda.

Career Review


Pelajari lebih lanjut tentang kepentingan pribadi Anda dan gaya untuk mengidentifikasi potensi karir. Dan mendapatkan bantuan menciptakan jalur karir yang masuk akal.

Motivated Strategies for Learning Questionaire


Inventarisasi ".. yang dirancang untuk menilai orientasi motivasi mahasiswa dan penggunaan strategi pembelajaran .." Ini dikembangkan di University of Michigan oleh professor. Pintrich, Smith, Garcia dan McKeachie. Kami berterima kasih kepada Prof McKeachie yang memungkinkan kita untuk menghasilkan versi online.

Discover Your Learning Profile


Kami telah merancang latihan ini untuk membantu Anda dalam menjelajahi gaya belajar Anda sendiri.

Find Your Learning Style


Ini Gaya Belajar Penilaian tersebut dikembangkan sebagai pengenalan dasar gaya belajar siswa dan strategi studi terkait.

What's Your Learning Style?


Ada tiga jenis dasar gaya belajar. Tiga paling umum adalah visual, auditori, dan kinestetik. Untuk belajar, kita bergantung pada indera kita untuk memproses informasi di sekitar kita. Kebanyakan orang cenderung menggunakan salah satu indra mereka lebih dari yang lain. Periksa situs ini untuk mengetahui gaya belajar Anda

Johari Window


Jendela Johari diciptakan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham di tahun 1950-an sebagai model untuk pemetaan kesadaran kepribadian. Dengan menggambarkan diri Anda dari daftar tetap kata sifat, kemudian meminta teman-teman dan kolega Anda untuk menggambarkan Anda dari daftar yang sama, grid tumpang tindih dan perbedaan dapat dibangun.

Career Quiz


Pikirkan tentang bagaimana Anda akan bahagia untuk pergi bekerja setiap hari berkata kepada diri sendiri, "Saya ingin," tidak "Aku harus." Perbedaannya? Itu hanya cocok dengan orang yang tepat dengan tempat yang tepat. Bagi kebanyakan orang untuk mencapai yang sempurna tidak yang sederhana.

Land of Test


Karir, IQ, Kepribadian, Relationship, Kesehatan Mental, Sikap & Gaya Hidup penilaian

Occupational Outlook


Buku Occupational Look memberitahu Anda: pelatihan dan pendidikan yang dibutuhkan, pendapatan, prospek kerja yang diharapkan, apa yang pekerja lakukan pada pekerjaan, kondisi kerja. Buku Pegangan juga memberikan tips pencarian kerja.

Bussines Culture


Panduan esensial budaya bisnis untuk wisatawan internasional. Termasuk iklim, kode bisnis, peringatan pertemuan dan banyak lagi

Interactive Occupational Information


Cari pekerjaan menggunakan kata kunci, browsing keluarga pekerjaan dan menggunakan daftar keahlian Anda untuk mencari pekerjaan yang cocok

Take a Free Personality Test!


Cari sesuatu yang memotivasi anda dan temukan pekerjaan yang sempurna.

Industry Job Description


Apa cara yang lebih baik untuk mencari jalan karir yang berbeda daripada untuk meninjau apa pekerjaan yang tersedia dan apa yang ingin untuk melakukan mereka untuk hidup?

Career Magazine


Sumber-sumber tentang karir yang dapat anda temukan.
---Under Construction---
Kepemimpinan
Tahapan pelatihan kepemimpinan di CAC

Berita
Berita atau informasi dari CAC Ubaya via online

Jadwal Kegiatan
Jadwal dan daftar kegiatan CAC

Peer Group
Mahasiswa yang membantu CAC dalam aktivitas CAC

Our Curriculum
Kurikulum yang ada di CAC

Lowongan Kerja
Informasi peluang karir(lowongan kerja) dari beberapa perusahaan

Partner
Partner atau klien perusahaan yang bekerja sama dengan CAC Ubaya

Statistik
Statistik seputar informasi peluang karir setiap tahun

Buletin Informasi Kerja
Arsip buletin informasi peluang karir yang bisa didownload dan terbit tanggal 1,11 dan 21 setiap bulannya